Selasa, 14 Desember 2010

dosen pembimbing kep.gerontik

0 komentar
Bpk. Antonius Catur S.Kep Ns.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Senin, 06 Desember 2010

KEMAMPUAN INTELEKTUAL LANSIA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN Oleh Aditya Setiawan

0 komentar
1. Pendahuluan
Semua orang akan mengalami proses menjadi tua, dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir, dimana pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial sedikit demi sedikit sehingga tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari lagi. Proses menjadi tua menggambarkan betapa proses tersebut dapat diinteferensi sehingga dapat mencapai hasil yang sangat optimal. Secara umum orang lanjut usia dalam meniti kehidupannya dapat dikategorikan dalam dua macam sikap. Pertama, masa tua akan diterima dengan wajar melalui kesadaran yang mendalam, sedangkan yang kedua, manusia usia lanjut dalam menyikapi hidupnya cenderung menolak datangnya masa tua, kelompok ini tidak mau menerima realitas yang ada (Hurlock, 1996 : 439).

2. Pengertian Lansia
Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Menurut Bernice Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya.
Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses penuaan yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. Lansia banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu : usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun, lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun dan usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun.
Sedangkan menurut Prayitno dalam Aryo (2002) mengatakan bahwa setiap orang yang berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang berusia 56 tahun ke atas, tidak mempunyai penghasilan dan tidak berdaya mencari nafkah untuk keperluan pokok bagi kehidupannya sehari-hari.
Saparinah (1983) berpendapat bahwa pada usia 55 sampai 65 tahun merupakan kelompok umur yang mencapai tahap penisium, pada tahap ini akan mengalami berbagai penurunan daya tahan tubuh atau kesehatan dan berbagai tekanan psikologis. Dengan demikian akan timbul perubahan-perubahan dalam hidupnya.
Dari berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa lanjut usia merupakan periode di mana seorang individu telah mencapai kemasakan dalam proses kehidupan, serta telah menunjukan kemunduran fungsi organ tubuh sejalan dengan waktu, tahapan ini dapat mulai dari usia 55 tahun sampai meninggal.
Tetapi bagi orang lain, periode ini adalah permulaan kemunduran. Usia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa kelemahan manusiawi dan sosial sangat tersebar luas dewasa ini. Pandangan ini tidak memperhitungkan bahwa kelompok lanjut usia bukanlah kelompok orang yang homogen . Usia tua dialami dengan cara yang berbeda-beda.

3. Ciri-Ciri Lansia
Menurut Hurlock (Hurlock, 1980, h.380) terdapat beberapa ciri-ciri orang lanjut usia, yaitu :
Usia lanjut merupakan periode kemunduran.
Kemunduran pada lansia sebagian datang dari faktor fisik dan faktor psikologis. Kemunduran dapat berdampak pada psikologis lansia. Motivasi memiliki peran yang penting dalam kemunduran pada lansia. Kemunduran pada lansia semakin cepat apabila memiliki motivasi yang rendah, sebaliknya jika memiliki motivasi yang kuat maka kemunduran itu akan lama terjadi.
Orang lanjut usia memiliki status kelompok minoritas.
Lansia memiliki status kelompok minoritas karena sebagai akibat dari sikap sosial yang tidak menyenangkan terhadap orang lanjut usia dan diperkuat oleh pendapat-pendapat klise yang jelek terhadap lansia. Pendapat-pendapat klise itu seperti : lansia lebih senang mempertahankan pendapatnya daripada mendengarkan pendapat orang lain.
Menua membutuhkan perubahan peran.
Perubahan peran tersebut dilakukan karena lansia mulai mengalami kemunduran dalam segala hal. Perubahan peran pada lansia sebaiknya dilakukan atas dasar keinginan sendiri bukan atas dasar tekanan dari lingkungan.
Penyesuaian yang buruk pada lansia.
Perlakuan yang buruk terhadap orang lanjut usia membuat lansia cenderung mengembangkan konsep diri yang buruk. Lansia lebih memperlihatkan bentuk perilaku yang buruk. Karena perlakuan yang buruk itu membuat penyesuaian diri lansia menjadi buruk.

4. Perkembangan Lansia
Usia lanjut merupakan usia yang mendekati akhir siklus kehidupan manusia di duia. Usia tahap ini dimulai dari 60 tahunan sampai akhir kehidupan. Usia lanjut merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Semua orang akan mengalami proses menjadi tua, dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir, dimana pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial sedikit demi sedikit sehingga tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari lagi. Periode ini digambarkan dalam hadis sebagai berikut :
Masa penuaan umur umatku adalah enam puluh hingga tujuh puluh tahun. (HR. Muslim dan Nas’i).
Dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa :
Mereka berkata : Ya Rasulullah, berapakah ketetapan umur-umur umatmu? Jawab beliau : Saat kematian mereka (pada umumnya) antara usia enam puluh tahun dan tujuh puluh. Meraka bertanya lagi : Ya Rasulullah, bagaimana dengan umur delapan puluh? Jawab beliau, sedikit sekali umatku yang dapat mencapainya. Semoga Allah merahmati orag-orang yang mencapai umur delapan puluh.(HR. Hudzaifah Ibn Yamani).
Tahap usia lanjut adalah tahap di mana terjadi penuaan dan penurunan, yang penururnanya lebih jelas dan lebih dapat diperhatikan dari pada tahap usia baya. Penuaan merupakan perubahan kumulatif pada makhluk hidup, termasuk tubuh, jaringan dan sel, yang mengalami penurunan kapasitas fungsional. Pada manusia , penuaan dihubungkan dengan perubahan degenerative pada kulit, tulang jantung, pembuluh darah, paru-paru, saraf dan jaringan tubuh lainya. Dengan kemampuan regeneratife yang terbatas, mereka lebih rentan terhadap berbagai penyakit, sindroma dan kesakitan dibandingkan dengan orang dewasa lain. Penurunan ini terutama penurunan yang terjadi pada kemampuan otak, dalam Al-Qur’an juga telah diterangkan dalam surat An-Nahl ayat 70 yaitu :
Artinya: Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Kuasa (QS. An –Nahl ayat 70)
Dalam ayat yang lain juga di jelaskan mengenai tahapan-tahapan yang berkaitan dengan perkembangan seorang lanjut usia yaitu :
Artinya : Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya) (QS.Al-Mukmin ayat 60 )
Berkaitan dengan berbagai penurunan yang terjadi di usia tua, Nabi Muhammad Saw pernah berdo’a kepada Allah : “Dan aku berlindung kepada-Mu dari usia yang paling hina (tua renta)”.Namun orang yang bermal baik tidak akan menyesali umurnya yang panjang”. Sebagaimana diterangkan dalam hadis :
“Sebaik-baiknya kamu ialah orang yang panjang umurnya dan baik pula amalanya” (HR.At-Tirmizdhi)
Diterangkan juga dalam hadis yang lain : “ Berubannya rambut seorang Muslim merupakan nur baginya”(HR. Ath-Tirmizdhi dan Nasa’i)
Untuk menjelaskan penurunan pada tahap ini, teradapat berbagai perbedaan teori, namun para pada umumnya sepakat bahwa proses ini lebih banyak ditemukan oleh faktor gen. Penelitian telah menemukan bahwa tingkat sel, umur sel manusia ditentukan oleh DNA yang disebut telomere, yang beralokasi pada ujung kromosom. Ketentuan dan kematian sel terpicu ketika telomere berkurang ukuranya pada ujung kritis tertentu.

5. Perubahan kognitif pada manula sehat
Perubahan intelek, memori dan variable psikologi lainnya sudah banyak diteliti pada manula yang “normal”. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan didapatkan beberapa hal :
1. Kinerja intelektual sebagaimana yang diukur dengan tes kemampuan verbal dalam bidang vokabular (kosa kata), informasi dan komprehensi mencapai puncaknya pada usia 20-30 tahun dan kemudian menetap sepanjang hidup, setidak-tidaknya sampai usia pertengahan 80-an tahun, bila tidak ada penyakit.
2. Kemampuan melaksanakan tugas yang diberi batas waktu, yang terkait waktu, yang membutuhkan kecepatan, misalnya kecepatan mengolah informasi, mencapai puncaknya pada usia sekitar 20 tahun, kemudian menurun lambat laun sepanjang hidup.
Walaupun sebagaian dari penurunan kecepatan ini diakibatkan oleh perubahan dalam bidang motorik dan kemampuan persepsi, didapat bukti bahwa kecepatan pemrosesan di pusat saraf menurun dengan meningkatnya usia. Perubahan ini dialami oleh hamper semua orang yang mencapai usia 70-an. Namun didapatkan juga penyimpangan, yaitu beberapa orang usia 70 tahun melaksanakannya lebih baik daripada yang berusia 20 tahun. Kemunduran terdapat pada performance terutama pada tugas yang membutuhkan kecepatan dan juga pada tugas yang memerlukan memori jangka pendek.

6. Memori (daya ingat, ingatan)
Pelupa merupakan keluhan yang sering dikemukakan oleh manula. Keluhan ini dianggap lumrah dan biasa oleh masyarakat disekitarnya. Keluhan ini didasarkan atas fakta. Dari penelitian “cross-sectional” dan longitudinal didapatkan bahwa kebanyakan-namun tidak semua-individu mengalami gangguan memori dan belajar dengan melanjutnya usia, terutama setelah usia 70 tahun.
Namun, kemunduran daripada sub-sistem yang membangun proses memori dan belajar, tidak serupa tingkat kemundurannya. Memori merupakan proses yang rumit. Memori menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Banyak jenis memori yang diketahui, misalnya memori jangka pendek dan jangka panjang, memori verbal dan visuospatial; memori olfaktoar, auditoar, taktil dan kinestetik.

6.1 Proses memori
Proses perekaman dan pemanggilan informasi yang diingat dapat disederhanakan sebagai berikut:
Input informasi registrasienkodingstorage (penyimpanan)pemanggilan (retrieval)output informasi.

6.2 Encoding
Agar suatu informasi dapat disimpan perlu diperhatikan,di registrasi. Ini merupakan tingkat pertama. Informasi ini kemudian ditransfer kedalam memori, disebut encoding.
Kondisi encoding ikut mempengaruhi daya atau tingkatan penyimpanan, misalnya : encoding semantic (menyimpan menurut makna, arti) biasanya memberikan memori yang lebih mantap daripada encoding fonologis (menyimpan menurut bunyi).

6.3 Penyimpanan (storage)
“storage” merupakan prosses dimana informasi dipertahankan dalam memori. Ini bukan merupakan penyimpanan informasi yang statis. Jaringan informasi ini ditata kembali secar aktif.
Informasi akan lebih kuat tersimpan bila digunakan berkali-kali, suatu proses yang disebut konsodilasi. Penyimpanan berbagai informasi ini berbeda-beda, misalnya memori semantic, memori episodic, memori deklaratif, memori procedural. Contoh :
Mengetahui apa yang saya makan waktu sarapan pagi, ini adalah memori episodic.
Mengetahui arti kata sarapan, yaitu makan pagi, merupakan kemampuan sematik.
Kedua jenis memori ini dapat pula disebut memori deklaratif (memori dari fakta-fakta).
Memori procedural ialah memori suatu skill dan rutin. Misalnya mengetahui bagaimana menyetir mobil merupaakan memori procedural. Mengetahui bagaimana mesin mobil bekerja merupakan memori deklaratif.


6.4 Retrieval (memanggil kembali, recall)
Retrieval merupakan proses dimana informasi dipanggil kembali dari memori. Memori dapat pula dibagi dari segi waktu, yaitu : memori seketika, jangka pendek, baru dan jangka panjang. Pada memori seketika (immediate) subyek memanggil kembali stimulus yang diberikan padanya beberapa menit sebelumnya. Fungsi memori ini terganggu pada derilium. Memori jangka pendek (short term) mencakup kejadian selama 30 menit terakhir. Memori ini terganggu pada sindrom amnesia. Memori baru (recent) mencakup kejadian antara 30 menit sebelumnya sampai beberapa minggu. Memori ini dapat terganggu pada berbagai keadaan, misalnya delirium, sindrom amnesia dan demensia. Memori jangka panjang (remote) mencakup kejadian yang lebih lama dari beberapa minggu lalu.

7. Kemampuan intelektual pada lansia
Dari penelitian diketahui bahwa hidup maksimal yang dapat dicapai manusia adalah 116-120 tahun. Tiap kemunduran intelektual sebelum usia 50 tahun adalah abnormal atau patologis.
Menurut david Wechsler dalam Desmita (2008) kemunduran kemampuan mental merupakan bagian dari proses penuaan organisme sacara umum, hampir sebagian besar penelitian menunjukan bahwa setelah mencapai puncak pada usia antara 45-55 tahun, kebanyakan kemampuan seseorang secara terus menerus mengalami penurunan, hal ini juga berlaku pada seorang lansia.
Dari penelitian diketahui bahwa ada fungsi otak yang sedikit saja mengalami perubahan atau tidak mengalami perubahan dengan melanjutnya usia, misalnya dalam menyimpan (storage) informasi. Namun dengan melanjutnya usia didapatkan penurunan yang kontinyu daripada kecepatan belajar, kecepatan memproses informasi baru dan kecepatan bereaksi terhadap stimulus sederhana atau kompleks.
Ketika lansia memperlihatkan kemunduran intelektualiatas yang mulai menurun, kemunduran tersebut juga cenderung mempengaruhi keterbatasan memori tertentu. Misalnya seseorang yang memasuki masa pensiun, yang tidak menghadapi tantangan-tantangan penyesuaian intelektual sehubungan dengan masalah pekerjaan, dan di mungkinkan lebih sedikit menggunakan memori atau bahkan kurang termotivasi untuk mengingat beberpa hal, jelas akan mengalami kemunduran memorinya. Kemerosotan intelektual lansia ini pada umumnya merupakan sesuatau yang tidak dapat dihindarkan, disebabkan berbagai faktor, seperti penyakit, kecemasan atau depresi

7.1 Ganggu Intelektual
Gangguan intelektual yang berlangsung progresif disebut demensia, muncul secara perlahan tetapi progresif (biasanya selang bulanan hingga tahunan). Demensia merupakan kelainan yang paling ditakuti dikalangan lansia, meskipun kelainan ini tidak tampak keberadaannya. Usia jompo sendiri bukanlah penyebab langsung demensia, tetapi demensia merupakan gangguan penyerta akibat perubahan-perubahan yang berlangsung pada system saraf pusat. Selanjutnya gangguan depresi juga merupakan factor penyebab kemunduran intelektual yang cukup sering ditemukan, namun sering kali terabaikan. Kejadian depresi ini terdapat pada 5-10% lansia dalam suatu komunitas. Timbulnya depresi disebabkan oleh adanya suasana hati yang bersifat depresi yang berlangsung sekurang-kurangnya dua minggu yang disertai keluhan-keluhan vegetative (berupa gangguan tidur, penurunan minat, perasaan bersalah, merasa tidak bertenaga, kurang konsentrasi hilangnya nafsu makan, gejala psikomotor, hingga keinginan bunuh diri)

8. Upaya mengatasi kekurangan mental dan memperlambat perburukan pada menua yang normal
Kita mengetahui bahwa beberapa kemampuan mental menurun dengan melanjutkan usia, misalnya memori jangka pendek dan kecepatan melakukan tugas-tugas tertentu. Upaya apakah yang dapat menetralisir keadaan ini. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan :
1. Membawa catatan kecil,untuk menulis janji yang harus ditepati, nomer telepon yang penting dan sebagainya.
2. Menyusun informasi yang akan diingat. Waktu kita di bangku sekolah atau di fakultas, pelajaran yang kita harus hafal kita buat ringkasannya, kita atur dan susun agar mudah mengingatnya. Kita ciptakan kaitan-kaitan atau singkatan-singkatan. Contoh : gejala lumpuh ferifer ialah 3A (Atrofi, Atoni, Arefleksia),di hari tua, teknik ini dapat digunakan.
3. Memakai imajinasi visual, mengaitkan dengan objek yang sudah di kenal. Bila kita harus mengingat nama kota madras, kita kaitkan dengan kata madrassah, kita bayangkan madrasah kemudian kita masukkan ke ingatan kita.
4. Meningkat kan kemampuan konsentrasi dan memusatkan perhatian. Bila kita kurang konsentrasi dan kurang memusatkan perhatian tentulah apa yang di dengar dan dilihat lebih mudah terlupakan.
5. Menempatkan benda di tempat tertentu, sehingga mudah di ingat. Misalnya : kita sering lupa dimana kita menaruh kunci mobil atau kaca mata. Begitu banyak waktu terbuang untuk mencari nya karena lupa dimana diletakkan. Hal ini dapat diatasi bila kita membuat kebiasaan untuk menempatkan kunci mobil atau kacamata di satu tempat.

8.1 Mengupatakan agar kemampuan memori dan kognitif dapat dipertahan kan dan tidak merosot
Penelitian mengenai hal ini belum banyak. Namun banyak ahli mendapat kesan bahwa bila kita latih otak kita, kita sibukkan otak kita, maka kemunduran mental dapat diperlambat. Kita kenal ungkapan-ungkapan seperti: “train your brain” use it, or you loose it”!
Manula umumnya masih dapat melakukan lebih bnyak dari pada biasanya diharapkan dari mereka. Bila mereka ingin memelihara kemampuan nya, kemampuan ini harus selalu di gunakan. Sering tugas yang dilakukan nya belum menggunakan kemampuan nya secara optimal. Latihan-latihan dapat membantu keadaan ini. Menua secara normal bukan lah berarti terjadinya degenerasi kepribadian, namun, inaktifitas dan menganggur terus menerus mengandung bahaya yang dapat mengakibatkan desintegrasi kepribadian. Kemampuan memori dapat ditingkat kan melalui latihan misalnya :
1. Konsentrasi
2. Melatih memori jangka pendek
3. Mereproduksi
4. Memformulasi
5. Asosiasi
6. Mengenal
7. Mengisi teka teki silang
8. Megikuti kuis yang ditayangkan di televise
9. Jangan lupa memelihara kesehatan

Referensi :
Memahami Kepribadian Lansia, diakses pada tanggal 02 Januari 2010 dari http://singgihpanduwicaksono.blogspot.com/
Depresi pada Lansia, diakses pada tanggal 30 Desember 2009 dari http://lansiafood.net
B. Hurlock, Elizabeth, Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga, 1980.
Desmita, Psikologi Perkembangan. Cet.II; Bandung, Remaja Rosdakarya, 2006.
F.J. Monks & A.M.P. Knoers, Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Cet.XV; Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2004
S. Tamher – Noorkasiani.Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Salemba Medika.2008.Jakarta
Prof Dr.dr.SM Lumbatobing.Kecerdasan Pada Usia Lanjut dan Dimensia .2006.Balai Penerbit FKU:Jakarta
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
 
Copyright © Aditya Setiawan